by

Presiden Jokowi Bagikan 2.500 Sertifikat Tanah Kepada Warga Ponorogo

PONOROGO – Presiden Joko Widodo Membagikan  Sertifikat Tanah Kepada Warga Ponorogo Yang Tanahnya Belum mempunyai serifikat, Kegiatan ini merupakan kunjungan kerja hari ke 2 di jawa timur, Jumat (4-1-2019).

Sebanyak 2.500 sertifikat telah di bagikan kepada warga Ponorogo, di Alun-alun sore itu yang Tanahnya belum mempunyai sertifikat.

Presiden Jokowi sendiri mengatakan, pada masa era pemerintahannya, ia ingin pembuatan sertifikat tanah milik rakyat di percepat, sebab pada saat melakukan peninjauan ke daerah, dia banyak menjumpai sengketa tanah.

”setiap saya masuk desa, saya kan senangnya masuk desa, masuk kampung, ke daerah, selalu yang saya dengar sengketa tanah, sengketa lahan itu ada dimana-mana,” kata Jokowi.

Tidak hanya di Ponorogo, hampir di selurah daerah Negara Indonesia Terjadi sengketa Tanah, Imbuh calon Presiden No Urut satu ini.

Tidak hanya antar warga atau antar keluarga, namun ada juga antar warga dengan pemerintah daerah, dan ada juga antar warga dengan BUMN, Nggak di papua, sulawesi, maluku, NTT, NTB, Sumatera, Kalimantan, JAWA, Ada semuanya yang namanya sengketa lahan.

Kata Jokowi, Sengketa lahan terjadi karena tanah yang ada di indonesia ini kebanyakan belun bersertifikat.

Dahulu, dalam setahun kantor Wilayah Badan Pertahanan Nasional (BPN) hanya memproduksi 500 sertifikat dalam setahun, dibutuhkan waktu 160 tahun lagi bila ingin seluruh tanah di indonesia bersertifikat.

Pada 2018 Jokowi Memberi target, 7 juta sertifikat dalam setahun, dan juga terlampaui target. ”Saya pikir nggak selesai, dari 500 ke 5 juta, ternyata alhamdulilah selesai 5,4 juta 2017. pada tahun 2018, saya beri target, saya naikkan 7 juta, laporan yang saya terima, telah di selesaikan 9,4 juta sertifikat,”Jelasnya.

Sertifikat tanah merupakan tanda bukti hak hukum atas tanah yang dimilikinya. jadi warga yang sudah mempunyai sertifikat tanah, bisa memiliki bukti kuat, apabila ada pihak yang ingin mempermasalahkan tanah yang dimiliki.

jokowi juga berpesan kepada warga yang sudah mempunyai sertifikat tanah agar menjaga dan merawat sertifikat tanah dengan sebaik-baiknya. diantaranya dengan melapisi sertifikat dengan plastik, membuat salinan foto cop, dan menyimpat di tempat yang aman.

Presiden Joko Widodo tidak melarang, apabila sertifikat yang diterima warga di jadikan agunan untuk pinjaman uang di bank, namun uang hasil pinjaman tersebut di gunakan untuk modal usaha, bukan untuk membeli motor.

 

Comment

News Feed